Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Widget HTML #1

Teknik Menulis Cerpen Oleh Wayan Jengki Sunarta (Bag. 2)


Teknik Menulis Cerpen 
Oleh Wayan Jengki Sunarta 

Untuk membuat sebuah cerpen berkualitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dilatih secara serius.

A. Tema

Tema adalah pokok pikiran/persoalan/permasalahan/gagasan yang ingin diceritakan pengarang dalam cerpennya. Tema akan memagari/membatasi/membingkai cerpen agar fokus.

Tema juga menjadi fondasi bagi keutuhan dan kekuatan cerpen. Artinya, sebuah cerpen harus mengandung satu tema yang digarap dengan mendalam.

Dalam cerpen, tema berfungsi membangun narasi/cerita, karakter tokoh (penokohan), setting, membangun alur dan konflik, penyelesaian alur dan konflik, pesan moral pengarang, dan elemen lain yang mendukung cerita.

Contoh Tema:
Tema kemanusiaan, sosial, budaya, adat-istiadat, agama, lingkungan/ekologi, pendidikan, pskilogi, klenik/mistik, horor, kliminal, percintaan, dll.

B. Kasus atau Inspirasi atau Ide

Untuk mewujudkan tema yang abstrak menjadi sebuah narasi/cerita yang menarik, pengarang harus mencari atau menemukan “kasus” alias “inspirasi” atau “ide” yang kongkrit yang sesuai dengan tema.

Pengarang yang kreatif tidak menunggu “inspirasi”, “ide”, atau “kasus”, melainkan berusaha mencari dan menemukannya dengan berbagai cara.

Pengarang bisa mencari dan menemukan “kasus”, “inspirasi”, atau “ide” dari peristiwa/fenomena yang dialami pengarang, dari kisah orang lain, dari sosok tokoh, dari bacaan, dari tontonan, dari media sosial, survey/riset, ataukejadian-kejadian di sekitar. Pengarang sebaiknya menemukan “ide” lengkap dengan konflik yang menyertainya. Ide ini akan lebih mudah dikembangkan menjadi cerpen.

Riset sangat penting untuk mengembangkan ide menjadi sebuah cerpen menarik. Apalagi jika ide tersebut berkaitan dengan hal-hal yang belum sepenuhnya diketahui atau dikuasai si pengarang, maka riset menjadi suatu keharusan. Misalnya, pengarang ingin menulis cerita dari budaya orang lain yang belum diketahuinya.

Ada banyak “kasus/inspirasi/ide” bertebaran, namun pilihlah yang paling unik (tidak biasa). Karena hanya ide unik yang berpotensial menarik minat pembaca. Dan, tentu saja, menjadi tantangan tersendiri untuk menemukan ide yang unik.

Salah satu cara menemukan “ide” unik adalah dengan menggunakan “cara pandang terbalik” terhadap suatu hal, mahkluk, benda, peristiwa/kejadian. Dengan cara pandang terbalik, ide yang biasa atau basi pun menjadi unik dan berpotensi memikat pembaca.
 
Misalnya, stigma pelacur atau pencuri cenderung buruk di mata masyarakat. Namun, pengarang yang kreatif membalik stigma itu, menggambarkan bahwa ada tokoh pelacur atau pencuri yang diam-diam suka beramal pada orang- orang miskin dan tempat ibadah. Atau, dokter umumnya hidup tertib, lalu bagaimana jika dokter berperilaku urakan? Dengan cara pandang terbalik, pengarang kreatif tidak akan kekurangan ide untuk membuat cerita.

Contoh Penjabaran Tema Menjadi Ide:

Tema: Pendidikan
Kasus/Inspirasi/Ide: Konflik dalam Workshop Penulisan Cerpen di Lombok.

Tema:Lingkungan/Ekologi
Kasus/Inspirasi/Ide: Konflik penggusuran sawah di Senggigi oleh investor Jakarta.

(contoh lain silakan cari sendiri)

Post a Comment for "Teknik Menulis Cerpen Oleh Wayan Jengki Sunarta (Bag. 2)"